Semua artikel
Oleh Tim ShopeeBoost 5 menit baca

Kapan Perlu Hapus Produk dari Etalase Shopee, dan Kapan Cukup Dinonaktifkan Saja

Sebagian besar penjual rajin menambah produk baru, tapi jarang meluangkan waktu untuk memutuskan kapan perlu hapus produk dari etalase Shopee yang sudah tidak relevan. Padahal etalase yang dipenuhi listing mati, yaitu produk yang sudah lama tidak laku, sudah tidak tersedia, atau isinya sudah usang, bisa membuat pembeli kebingungan memilih dan membuat produk barumu tenggelam di antara produk yang sebenarnya sudah tidak layak dijual. Pertanyaannya kemudian bukan cuma "kapan harus dibereskan", tapi juga "dinonaktifkan atau langsung dihapus", karena dua tindakan ini beda konsekuensinya. Artikel ini membahas bedanya, tanda-tanda produk yang sebaiknya dibereskan, dan hal yang wajib dicek dulu sebelum menekan tombol hapus.

Nonaktifkan vs Hapus: Dua Tindakan yang Sering Tertukar

Menonaktifkan produk (biasanya disebut arsipkan di Seller Centre) membuat listing itu tidak tampil ke pembeli dan tidak bisa dibeli, tapi datanya tetap tersimpan utuh: foto, deskripsi, harga, riwayat penjualan, rating, dan ulasan. Karena sifatnya reversibel, produk yang diarsipkan bisa kamu tampilkan kembali kapan saja tanpa kehilangan apa pun. Ini pilihan yang tepat kalau produk cuma sedang tidak relevan sementara, misalnya stok kosong dalam jangka panjang atau kamu ingin merapikan tampilan etalase tanpa niat membuangnya selamanya.

Menghapus produk sifatnya jauh lebih permanen. Setelah dihapus, listing beserta riwayat yang menempel padanya hilang dari etalase dan umumnya tidak bisa dikembalikan seperti semula, kamu harus membuat listing baru dari nol kalau berubah pikiran. Pilihan ini masuk akal untuk produk yang memang sudah tidak akan pernah dijual lagi, misalnya jenis akun atau layanan yang sudah benar-benar dihentikan.

Aturan sederhananya: kalau masih ada kemungkinan produk itu relevan lagi di masa depan, arsipkan saja. Hapus permanen baru dilakukan kalau kamu yakin produk itu tidak akan pernah dijual lagi.

Tanda-Tanda Produk Sebaiknya Dibereskan dari Etalase

Tidak semua produk yang sepi pembeli otomatis harus dibereskan. Beberapa tanda berikut layak jadi pertimbangan sebelum memutuskan.

Produk sudah lama tidak ada penjualan sama sekali padahal sudah dipromosikan dan harganya wajar dibanding kompetitor sejenis. Kalau penyebabnya sudah dicek dan bukan soal harga, foto, atau deskripsi, kemungkinan besar memang sudah tidak ada permintaan untuk produk itu.

Jenis layanan atau akun yang dijual sudah berubah aturannya di penyedia aslinya, sehingga apa yang kamu tawarkan di deskripsi produk sudah tidak sesuai kenyataan lagi. Produk semacam ini berisiko memicu komplain dan permintaan refund kalau tetap dibiarkan aktif.

Kamu sudah tidak bisa memenuhi pesanan untuk produk itu dalam waktu lama, misalnya karena sumber stoknya sudah tidak ada, dan tidak ada rencana realistis untuk mengadakannya lagi.

Produk duplikat atau nyaris identik dengan produk lain yang lebih laku di tokomu sendiri, sehingga keduanya justru saling berebut perhatian pembeli alih-alih saling melengkapi.

Deskripsi atau syarat pemakaian produk sudah usang dan berpotensi menyesatkan pembeli, sementara memperbaikinya sama repotnya dengan membuat listing baru dari awal.

Yang Wajib Dicek Sebelum Menghapus Produk

Pastikan tidak ada pesanan yang masih berjalan untuk produk tersebut, termasuk yang berstatus perlu dikirim, dalam pengiriman, atau dalam proses komplain. Menghapus produk saat masih ada pesanan aktif berisiko mengacaukan proses penyelesaian pesanan itu.

Cek dulu apakah produk sedang diikutkan di program tertentu seperti iklan yang sedang berjalan atau promo yang sedang aktif. Menghapus produk yang masih terikat program semacam ini biasanya tetap membuang sisa anggaran atau alokasi yang sudah kamu atur untuknya.

Kalau kamu ragu apakah produk benar-benar sudah tidak relevan atau cuma sedang sepi sesaat, arsipkan dulu selama beberapa minggu sambil dipantau, jangan langsung hapus permanen. Cara ini memberi ruang untuk mengembalikan produk itu kalau ternyata keputusannya keliru.

Untuk produk digital yang stoknya berupa akun atau kode yang tersimpan di catatan terpisah, pastikan kamu juga membereskan catatan stok itu di luar Shopee supaya tidak ada data akun menganggur yang lupa diapakan.

Cara Menonaktifkan atau Menghapus Produk di Seller Centre

Di aplikasi Shopee Seller Centre, buka menu Kelola Produk, lalu cari produk yang ingin dibereskan. Dari daftar aksi pada produk itu tersedia pilihan untuk mengarsipkan (menyembunyikan dari etalase tanpa menghapus data) atau menghapus permanen. Produk yang sudah diarsipkan biasanya bisa dilihat lagi lewat tab produk arsip, dan dari sana kamu bisa menampilkannya kembali kapan saja.

Tampilan menu dan istilah persisnya bisa sedikit berbeda tergantung versi aplikasi yang kamu pakai, jadi kalau tidak langsung ketemu, coba cek juga di bagian pengaturan tiap produk saat diedit.

Kalau kamu mengelola banyak toko dan produk sekaligus, membolak-balik satu per satu di Seller Centre untuk sekadar menampilkan atau mengarsipkan produk cukup memakan waktu. Fitur Stok & Produk di ShopeeBoost, sebagai alat bantu pihak ketiga dan bukan bagian resmi Shopee, menyediakan opsi untuk menampilkan atau mengarsipkan produk langsung dari satu dashboard sehingga perubahan itu langsung tertulis ke Shopee tanpa harus berpindah-pindah toko.

Kesalahan Umum Saat Membersihkan Etalase

Menghapus produk yang sebenarnya masih punya riwayat rating bagus hanya karena sedang sepi sesaat. Riwayat rating yang sudah terkumpul lama biasanya ikut membantu kepercayaan calon pembeli, jadi lebih aman diarsipkan dulu daripada langsung dihapus.

Menghapus banyak produk sekaligus dalam waktu singkat tanpa mencatat produk mana saja yang dihapus dan alasannya. Kalau ternyata ada yang keliru dihapus, kamu tidak punya catatan untuk membuat ulang listingnya dengan detail yang sama.

Membiarkan produk mati menumpuk karena merasa "nanggung kalau dihapus" padahal sudah jelas tidak akan pernah dijual lagi. Produk semacam ini tetap ikut dihitung dalam beberapa metrik toko dan bisa membuat rata-rata performa etalase terlihat lebih buruk dari yang sebenarnya, seperti dibahas di metrik toko Shopee yang wajib dipantau.

Tidak membedakan produk yang memang jelek performanya karena kualitasnya sendiri, dengan produk yang jelek performanya karena melanggar kebijakan Shopee. Kalau penyebabnya pelanggaran kebijakan, membereskan produknya saja tidak cukup, kamu juga perlu memahami sumber poin penaltinya seperti dibahas di poin penalti toko Shopee supaya tidak terulang di produk lain.

Pertanyaan umum

Apakah mengarsipkan produk menghapus rating dan ulasannya?

Tidak. Mengarsipkan hanya menyembunyikan produk dari etalase, sedangkan data seperti foto, deskripsi, riwayat penjualan, rating, dan ulasan tetap tersimpan dan langsung tampil lagi begitu produk ditampilkan ulang.

Apakah produk yang sudah dihapus bisa dikembalikan?

Umumnya tidak bisa dikembalikan seperti semula. Karena sifatnya permanen, hapus produk sebaiknya dipakai hanya untuk produk yang kamu yakin tidak akan pernah dijual lagi, bukan untuk produk yang sekadar sedang sepi.

Apakah produk yang diarsipkan tetap dihitung sebagai jumlah produk di toko?

Kebijakan Shopee soal ini bisa berubah, jadi cara paling akurat adalah membandingkan langsung jumlah produk aktif dan produk arsip di akun Seller Centre kamu sendiri setelah mengarsipkan beberapa produk.

Fitur terkait

Stok & Produk

Hubungkan produk ke stok akun — sinkron otomatis, notif stok menipis.

Lihat fitur

Artikel lainnya

Siap otomatiskan toko Shopee kamu?

Auto-kirim akun, AI chat, dan boost produk dalam satu dashboard. Mulai sekarang, gratis.